Slide

ucapan

Selamat Datang Di Website SMA Negeri 1 Jelai.Terimakasih atas kunjungannya.

menu




Senin, 03 November 2014

Takdir Cinta



Evi Susanti





TAKDIR
Cerpen ini ingin diproses menjadi Film oleh Teater Perahu Layar
      CINTA
                           [Cerpen]
Semoga Cerpen ini bermanfaat.
-Joko Saputro, S.Pd. Pengajar Teater Perahu Layar SMAN 1 Jelai.
Setelah membaca Cerpen ini adalah tergugahnya nilai rasa, yang dapat membangkitkan gairah dalam menghadapi masalah dan cobaan dalam hidup sehingga kita dapat merasakan apa yang orang lain rasakan. Cinta bukan untuk menyakiti rasa akan tetapi cinta dapat memberikan hal yang terindah dalam hidup, kesabaran hidup, ketulusan dan kesetiaan walaupun takdir berkata lain.
-Dali Kristian, S.Pd. Guru Bahasa Indonesia
SMAN 1 Jelai.
 








TAKDIR
      CINTA




Evi Susanti





TAKDIR
      CINTA


Takdir Cinta
(Cerpen)

Evi Susanti

Penyunting
Joko Saputro,S.Pd
Tata Sampul & Isi
Joko Saputro,S.Pd
Pracetak
Joko Saputro,S.Pd
Cetakan I, 10 September 2012

Penerbit
Teater Perahu Layar
SMA Negeri 1 Jelai
Jl. Patianom No.33 Kuala Jelai













Hidup itu penuh misteri…
Hidup itu memberikan cerita…
Hidup  itu membutuhkan pengorbanan…
Hidup itu juga perlu melakukan pilihan…

“Fhy, aku pengen ngasih kamu kejutan, kamu tutup mata yaa….”
“Memangnya kejutan apa, Fhen?”
“Udah tutup aja”
Luthfy menutup kedua matanya secara perlahan, luthfy terkejut melihat sebuah benda lingkaran berwarna emas berkilauan di dalam kotak merah itu. Tiba-tiba ada perasaan yang sangat menyesakkan dalam dadanya.
“Fhy, aku ngerasa udah saatnya aku lakuin ini, Fhy…aku ingin kita menikah, aku ingin hidup bersama kamu berbagi suka dan duka, aku pengen kita menjadi suami istri”
Perlahan air mata Luthy mengalir…, Luthfy menunduk, air matanya makin deras…
“Fhen, aku gak bisa jadi pendamping kamu”
“Maksud kamu apa Fhy, aku gak ngerti”
“ Aku gak bisa nikah sama kamu Fhen, aku gak akan mungkin bisa jadi istrimu”
“Kenapa Fhy, kamu jangan bercanda deh, Fhy aku lagi serius nih”
“Maafin aku, Fhen…sebenarnya hari ini aku ngajakin kamu ketemuan aku cuma pengen jujur sebenarnya selama ini aku udah mempunyai calon pendamping, aku udah dijodohin Fhen, sama laki-laki Amerika, bulan depan aku akan melaksanakan pernikahan disana, kalau kamu tidak sibuk, aku harap kamu bisa datang”
“Fhy, kamu serius…,aku gak mungkin Fhy ngebiarin kamu pergi ninggalin aku”
“Udah Fhen sekarang aku rasa hubungan kita cukup sampai disini, aku gak bisa berlama-lama aku harus bersiap-siap, besok aku berangkat”
Luthfy berdiri dan melangkah pergi…
“Maafin aku Fhen, sebenarnya hati ini benar-benar terluka saat ucapkan kata-kata itu, namun suatu saat nanti kamu pasti akan mengerti”
Luthfy berbicara dalam hati, terus melangkah Luthfy meninggalkan Fhendy yang terdiam memaku tanpa kata, tak terasa air matanya berjatuhan…
Malam ini Fhendy merasa waktu yang dimilikinya berhenti, air matanya pun terus mengalir… Fhendy memandangi semua kenang-kenangan bersama Luthfy.
“Fhy…kenapa kamu lebih memilih laki-laki itu, kenapa kamu tega hancurkan kisah percintaan kita, kurangkah perhatian yang kuberikan selama ini, belum cukupkah pengorbananku selama ini, kenapa kamu tega menyakiti aku Fhy kenapa???”
Fhendy terus menyesali keputusan yang telah diberikan oleh Luthfy…

***

3 tahun kemudian
Sudah sekian lama Fhendy dirundung kesedihan yang ditinggal Luthfy… Hari ini Fhendy berniat untuk melepaskan semua kenang-kenangannya bersama Luthfy dengan mengendarai Motor Crossnya Fhendy berangkat kesebuah tempat yang disarankan oleh kakak iparnya. Fhendy berhenti dihadapan sebuah jembatan yang berada ditepi danau dengan pemandangannya yang indah, Fhendy menghirup udara segar danau itu sehingga membuat pikirannya menjadi lebih tenang… Fhendy memperhatikan seorang perempuan yang berdiri diujung jembatan itu, Fhendy merasa aneh karena perempuan itu mengenakan gaun pengantin. Fhendy terus memperhatikan perempuan itu.
“Rhi aku bakalan nyusul kamu, karna hati ini akan selalu tetap untuk kamu”
Keyla memejamkan matanya, tanpa ragu keyla melompat ke danau
“Astaga”
Fhendy yang dari tadi memperhatikan keyla langsung berlari menuju ujung jembatan dan menceburkan diri untuk menolong Keyla… Fhendy berhasil menyelamatkan Keyla, namun Fhendy agak keberatan juga saat menggendong Keyla yang pada saai itu sedang mengenakan gaun pengantin yang seharusnya dikenakan pada saat acara pernikahannya.

***

“Thank’s loe udah nyelamatin kakak gue, Loe tau dari mana rumah Keyla disini?”
“Aku dibantu oleh warga yang ada disekitar danau itu”
“Oh…begitu, oh ya…nama loe siapa? Kayaknya loe bukan anak sini deh”
“Namaku Fhendy, emang aku bukan orang sini, aku kesini cuma pengen refreshing, tapi setelah melihat keadaan di daerah sini, mungkin aku bakalan tinggal sementara disini”
“Owh perkenalkan gue Manda, gue adiknya Keyla, kita juga orang baru disini, yah sekitar 4 bulanan lah, loe benar gue juga disaranin sama tante gue agar membawa Keyla ketempat ini dengan harapan supaya Keyla bisa ngelupain masa lalunya”
“Ehm…kasihan juga ya, terus bagaimana keadaannya?”
“Sudah tidur, tadi gue kasih obat penenang biar dia bisa istirahat”
“Baguslah kalau begitu, ehm…kalau begitu aku permisi pulang dulu soalnya masih ada banyak urusan”
“Oh…silahkan, oh ya kalu loe gak ada kerjaan loe main-main aja kerumah gue, gue Cuma tinggal berdua bersama Keyla”
“Oke, aku permisi dulu”

***
               
Setelah mandi, Fhendy mengambil secangkir kopi yang telah disiapkan oleh pembantu Villanya. Fhendy merebahkan diri di sofa, terbayang kembali wajah polos Keyla saat di dalam gendongannya…
“Haduh….apa-apaan aku ini, ehm…tapi sebaiknya aku menengok keadaannya siapa tau dia kambuh lagi kasihan kan Manda sendirian”
Fhendy pun mengambil kunci motor crossnya dan langsung tancap gas menuju kerumah Keyla…
“Permisi…., ada orang”
“Sebentar”
Terdengar dari dalam rumah suara langkah seseorang menuju pintu
“Oh…loe Fhen, ayo masuk”
“Gimana kabar kakak kamu”
“Dia udah baikan, itu ada di sofa, ayo masuk ngobrol-ngobrol aja sama Keyla”
Fhendy dan Manda menghampiri Keyla yang memandang terus kedepan layar TV
“Keyla, nih orang yang gue ceritain, yang nolongin loe tadi siang”
Keyla memandangi wajah Fhendy…dan tersenyum
“Aku Keyla”
“Fhendy”
“Hedeh tumben loe bisa senyum sama orang Key, kabar bagus nih…
“Udah kalo gitu gue kebelakang dulu, eh Fhen…bantuin gue hibur tu Keyla yah”
“Oke”
Manda pun meninggalkan Fhendy dan Keyla berdua diruang tamu…
“Kamu kenapa tolongin aku, kenapa gak biarin aku mati?”
“Aku gak sengaja kok nolongin kamu”
“Kamu tau kan kita kita gak pernah kenal, tapi kenapa kamu nekat lakuin itu, asal kamu tau danau itu dalam banget, nolongin aku dalam keadaan mengenakan gaun sepanjang dan selebar itu bisa membahayakan kamu, bagaimana kalau kamu kehabisan nafas saat menarik dan menggendongku di dalam air hingga akhirnya kamu tenggelam…”
“Tapi kenyataannya aku selamat, lagian mati demi kebaikan menolong orang adalah jalan terbaik untuk kematianku”
“Kenapa kamu ingin mati, apakah mati itu menyenangkan?”
“Pastinya, apalagi pada saat kita di jemput sang bidadari, rasanya kita seperti menjadi seorang putri dan pangeran”
“Jadi selama ini itu alasan Basyori ninggalin aku, jadi ari mengkhianati cintaku demi bidadari-bidadari itu, jadi Basyori selama ini membohongiku… Ri…kenapa kamu tega ninggalin aku…”
Fhendy langsung membawa Keyla yang mulai emosi dan menangis kedalam pelukannya
“Udah Keyla, kamu sabar, kamu harus bangun”
“Kenapa bidadari itu tega misahin aku dari Basyori, kenapa ia ambil Ari dariku, apakah bidadari itu gak tau, kalo aku akan menikah dengan Basyori, kenapa orang gak bisa dan gak pernah rela melihat aku bahagia…”
Fhendy semakin erat memeluk Keyla, Keyla terus menangis di dalam pelukan Fhendy
“Keyla, Ari gak membohongimu, bidadari itu juga gak bersalah, Ari pergi itu bukan berarti Ari ingin menikah dengan bidadari itu, mungkin saja Ari pergi karena Ari merasa kurang pantas menjadi pendamping hidup kamu…, Ari disana meminta bantuan kepada bidadari itu untuk merenovasi dan membenahi dirinya agar dia dapat pantas bersanding disampingmu kelak di pelaminan nanti, karena sesungguhnya kamu adalah bidadari yang paling cantik dari bidadari lainnya”
Keyla mulai berhenti menangis, Keyla memandangi wajah Fhendy…
“Emang bener kayak gitu?”
“Iya, jadi kamu sebagai bidadari yang paling paling cantik janganlah terus bersedih cobalah untuk bersemangat dan lupakan masalahmu sejenak, karena dengan begitu kekasihmu disana akan merasa tenang dan bisa berkonsentrasi lagi menyiapkan perlengkapan untuk kalian nikah nanti”
“Makasih”
Keyla terlelap dipelukan Fhendy…
“Tenang aja Key, aku bakalan bantu kamu sampai kamu bisa ngerasain lagi arti kebahagiaan”
Fhendy menggendong Keyla kedalam kamarnya dan meninggalkan ia terlelap…
                Setalah berpamitan dengan Manda, fhendy pulang ke Villanya… waktu terus berjalan , setiap hari Fhendy dan Keyla selalu bersama, kini Fhendy dan Keyla menjadi semakin dekat….
                Fhendy dan Keyla selalu berbagi cerita dan saling bertukar pikiran tentang kehidupan…

***

                Malam ini Fhendy duduk berdua bersama Keyla di depan teras rumah Keyla
“Key, aku pengen nunjukin sesuatu sama kamu, kamu ikut aku ya”
“Kemana Fhen, malam-malam begini dingin tau”
“Udah…, ikut aja pasti kamu suka, karena ini sangat spesial”
“Ya udah deh, aku ngikut aja”
Fhendy membimbing Keyla untuk menuju motor crossnya…
“Siap neng”
“Tancap aja kang”
“Ha…ha…ha…”
Fhendy dan Keyla pun tancap gas…
                Fhendy berhenti di sebuah tempat mereka pertama bertemu, namun keadaan danau itu malam ini agak sedikit berbeda…
“Wuih…Fhen, indah banget…, kamu yang bikin ini semua?”
“Iya dong…kamu suka?”
“Pastinya, aku ngerasa udah kayak di surga”
“Udah yuk duduk”
Fhendy mengambil 2 buah keranjang yang berisi buah-buahan dan makanan…
“Nih Key…makanan kesukaan kamu, nasi goreng special buatan aku untuk putri yang paling cantik”
“Wah makasih ya Fhen…”
“Iya…udah makan aja dulu”
Tiba-tiba Keyla terhenti, ada sesuatu yang aneh dalam mulutnya, Keyla mengambil benda itu
“Cincin? Apaan nih Fhen?”
Fhendy meraih tangan Keyla…
“Key, sebenarnya aku pengen kamu jadi pendamping hidupku, dan menemani hari-hariku selamanya, Key, kamu udah berikan hari-hariku penuh warna, aku sayang kamu Key…tapi aku sadar aku tidak akan mungkin bisa masuk kedalam hatimu, karena aku tau hatimu hanya untuk Basyori”
Keyla memandangi wajah Fhendy, ada air bening yang mengalir di pipinya…
“Fhen…kamu gak akan pernah bisa menggantikan Ari di dalam hatiku…, tapi Fhen aku tak ingin kamu menjadi pengganti Ari melainkan aku ingin kamu menjadi cinta baru yang mampu berikan aku kehidupan yang lebih baik Fhen”
“Jadi Key, kamu mau jadi pendampingku?”
“Iya Fhen, asal kamu mau janji akan selalu menjaga hati kamu untuk aku”
“Pasti …aku bakalan menyayangi mu lahir dan batin”
“Makasih Fhen…aku janji, bakalan menjaga hati ini untuk kamu”
Fhendy dan Keyla kini sudah resmi menjadi pasangan kekasih…

***

                Hari berganti bulan, bulan berganti tahun… tidak terasa kini usia hubungan Fhendy dan Keyla sudah mencapai 3 tahun… Selama ini suka dan duka mereka jalani bersama, tidak ada permasalahan yang membuat hubungan mereka menjadi renggang…
                Hari ini Fhendy pergi ke sebuah toko buku yang sering dikunjunginya bersama Keyla, Fhendy berniat membelikan Keyla beberapa novel sebagai penghilang rasa bosannya bila Fhendy tidak bisa menemaninya… Ketika Fhendy melangkahkan kakinya menuju pintu masuk, Fhendy bertabrakan dengan seorang perempuan. Barang-barang yang dibawa perempuan itu berserakan di lantai… Fhendy memunguti barang-barang perempuan itu, ketika Fhendy memandangi wajah perempuan itu, Fhendy terkejut…
“Luthfy”
“Fhendy”
“kamu, kenapa disini?”
“Oh…aku, aku ya lagi mencari novel kesukaanku Fhen, maaf Fhenkemarikan obatku, aku harus cepat-cepat pulang”
“Obat…?...untuk siapa?”
“Untuk ankku Fhen, dia demam”
Fhendy menyadari kalau sekarang Luthfy sudah berkeluarga…
“Oowh”
Fhendy memandangi Luthfi dari ujung kaki hingga ujung kepala, Fhendy merasa ada yang aneh pada diri Luthfy…
“Fhy, sebenarnya yang sakit itu anak kamu atau kamu sih?”
“Memangnya kenapa Fhen?”
“Kamu sekarang kok jadi kurus, pucat, mata kamu juga sembab, muka kelihatan seperti orang yang lagi banyak masalah”
“Ah…enggak juga Fhen, biasalah namanya juga orang berumah tangga, jadi wajarlah keadaanku seperti ini”
“Fhy…, kamu bahagia dengan keluargamu?”
Luthfy menunduk…
“Aku sangat bahagia Fhen…”
“Fhy, aku pengen ngomong sama kamu, kamu ikut aku”
“Kemana Fhen?”
Tanpa menjawab pertanyaan Luthfy, Fhendy langsung menarik tangan Luthfy dan membawanya ke sebuah taman… Fhendy berhenti di sebuah bangku dan membawa Luthfy duduk.
“Fhendy membuka bungkusan obat yang dibawa oleh Luthfy, Fhendy mengamati obat-obat tersebut…
“Fhy, inikan obat buat orang yang menderita penyakit leukemia, benar anak kamu yang sakit, memang anak kamu umurnya berapa, masa kamu kasih obat kayak gini?”
Luthfy menundukkan wajahnya dan hanya bisa diam
“Fhy, aku jadi curiga…tolong jelaskan obat untuk siapa ini, jangan bilang obat ini untuk kamu?”
Luthy memandang wajah Fhendy dengan senyuman Luthfy menjawab…
“Iya Fhen, itu obat sebenarnya untuk aku…, aku yang konsumsi obat itu, aku udah lama konsumsi obat itu, semenjak aku tau kalau aku mengidap penyakit itu…”
“Sejak kapan Fhy?”
“Semenjak kita lulus kuliah Fhen”
“Fhy kamu jangan bercanda terus, kamu gak pernah berubah”
“Fhendy, Fhendy…kamu tau sifat aku, liat aku udah ngeluarin air mata sebanyak ini, masih kamu anggap bercanda?”
Fhendy terdiam ada perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya…
“Maka dari itu Fhen, dulu aku gak terima lamaran kamu, aku gak mau nantinya kamu kecewa sama aku, bagaimanapun aku tau kamu pasti pengen dapatkan kebahagiaan.!!
Luthfy masih tetap bisa tersenyum dengan air mata yang terus mengalir ada perasaan yang sangat menyakitkan dalam hatinya…
“Fhy…!!!”
“Iya, Fhen, sebenarnya masalah perjodohan itu gak pernah ada, gak akan ada laki-laki yang sudi menikahi perempuan yang penyakitan kayak aku Fhen”
“Kata siapa Fhy, aku mau seandainya kamu jujur sama aku dari dulu aku pasti akan tetap menikahi kamu, tapi kenapa kamu bohong sama aku, kenapa kamu diam aja, kenapa kamu biarin aku sakit hati dan menilai kamu mengkhianati aku, asal kamu tau Fhy saat kamu meninggalkan aku 3 tahun…aku dirundung kesedihan, dan sekarang kamu datang membawa kesedihan dan penyesalan dalam hidupku”
“Eh…Fhen, asal kamu tau hati aku juga terluka, kamu kira cuma kamu yang tersakiti? Aku juga Fhen, hati aku sangat sakit Fhen saat aku bilang putus…dan asal kamu tau disana aku terus memikirkan kamu Fhen…gak ada hari-hari yang kulalui tanpa bayangan wajah kamu Fhen, aku sayang kamu Fhen, aku gak pengen kamu menderita karna aku, dan asal juga kamu tau Fhen, aku pulang ke Indonesia karna aku pengen di akhir-akhir sisa hidupku aku bisa ngeliat kamu tersenyum, cuma itu Fhen keinginanku saat ini…”
“Tapi Fhy…kenapa kamu gak jujur aja, sekarang aku ngerasa bersalah aku ngerasa dulu kurang memperhatikanmu, kamu udah buat aku kecewa Fhy”
“Fhen…please kamu ngerti…aku pengen kamu bahagia, aku pengen kamu itu nikah sama perempuan yang sehat, yang bisa berikan kamu keturunan dan yang pasti gak nyusahin kamu, PAHAM…!!!” Akhirnya tangis Luthfy pecah, Luthfy menangis sejadi-jadinya… Fhendy memeluk Luthfy dengan perhatian…
“Maafin aku Fhy, aku cuma sedih karna aku gak bisa jaga kamu dengan baik, aku janji aku bakalan berikan kamu seribu kebahagiaan, aku yakin kamu pasti sembuh, dan aku ingin bahagia bersama kamu”
***

                Sejak kejadian itu, Fhendy berjanji untuk selalu menjaga dan menemani Luthfy dimanapun Luthfy berada…
Tit…tit…tit…
Handphone Fhendy bergetar, Fhendy terbangun dari tidurnya…
“Kenapa Key…?”
“Kamu dimana Fhen…??, bisa kerumah??”
“Maaf Key, aku lagi sibuk banget bantuin temen buat makalah…”
“Owh…, ehm ya udah kalo besok pagi gimana???”
“Hem…gimana ya Key, kayaknya gak bisa juga soalnya aku bakalan ada pengambilan gambar di kebun teh”
“Yah…kok sibuk gitu sih”
“Maaf ya Key, nanti lain kali aku temenin”
“Ya udah kalo gitu”
“Udah kamu tidur aja gih”
“Iya sayang aku aku juga mau tidur aja”
Udah kalo gitu, met malam sayang”
Komunikasi pun diputus…
“Siapa Fhen???”
“Bukan siapa-siapa Fhy, udah kamu tidur aja, besok kan kita mau nyari buku, udah tidur…!!!”
“Iya Fhen”
Fhendy kembali memejamkan matanya… Luthfy meraih handphone Fhendy, Luthfy terkejut melihat wallpaper di handphone Fhendy yang terpampang foto Fhendy dengan seorang perempuan, detik itu juga Luthfy merasakan ada beribu-ribu duri yang menghujam hatinya, air mata Luthfy mengalir, tanpa sepengetahuan Fhendy ia menangis.

***

                Pagi itu Keyla pergi mengunjungi took buku yang sering dihampirinya bersama Fhendy…, namun sekarang Keyla datang sendiri tanpa didampingi Fhendy, didalam hati Keyla muncul perasaan aneh terhadap Fhendy karna sekarang tidak lagi selalu menemaninya…
Keyla memutari bagian-bagian toko buku itu, saking asyiknya Keyla menunduk sampai-sampai tak sengaja bertabrakan dengan seorang perempuan, buku yang dibawa perempuan itu terjatuh, Keyla memungut buku itu, saat Keyla menyodorkan buku itu kepada Luthfy, Luthfy terkejut…tiba-tiba ada perasaan bersalah di dalam hatinya, Luthfy berbalik dan langsung melangkah pergi tanpa menghiraukan Keyla yang memanggilnya…
“Mbak…mbak…ini bukunya”
Keyla berusaha menyusul Luthfy, namun Keyla terhenti, Keyla melihat Fhendy juga mengejar Luthfy, hati Keyla bertanya dalam hati hubungan Fhendy dan perempuan itu…
                Setelah selesai berbelanja Keyla pulang kerumah dan langsung mempersiapkan kejutan yang spesial untuk kekasihnya, karna malam ini adalah malam yang sangat berarti bagi Keyla, yaitu dimana malam pertama kali dia jadian sama Fhendy…
“Hallo Fhen, kamu dimana?”
“Aku dirumah kenapa Key?”
“Nanti malam gak ada kata sibuk-sibukan, pokoknya nanti malam harus datang, soalnya aku ada kejutan buat kamu…”
“Hem…oke sayang”
“Aku tunggu jam 08.00 malam nanti di danau, jangan sampai telat…
“Iya, aku pasti datang”
“Ya udah kalo gitu”
Komunikasi pun diputus…
Luthfy mendengar pembicaran antara Fhendy dan Keyla yang membuat hatinya teriris…
“Fhy aku pulang dulu, ntar aku kesini lagi, kamu gak apa-apakan??”
“Iya gak apa-apa Fhen, kan ada mama sama papa…”
“Ya udah aku pulang dulu, kamu baik-baik yah”
“Iya Fhen”
Fhendy keluar dari rumah Luthfy, baru saja Fhendy mau mengendarai motornya, terdengar suara gaduh dari dalam rumah Luthfy…
“Ada apa om…tante…?”
“Tolongin om Fhen, tolong panggilin Ambulance…”
“Iya tante”
Fhendy bergegas menghubungi Rumah Sakit… Tidak lama kemudian Ambulance pun datang, Fhendy ikut pergi menemani orang tua Luthfy kerumah sakit…

***

                Keyla memandangi jam tangannya, sudah pukul 21.20…Keyla menarik nafas panjang dan kembali mencoba menghubungi Fhendy, namun tidak pernah ada jawaban, Keyla terus mencoba bersabar menunggu kehadiran Fhendy…
“jgggglarrrrrrrrrrrr….”
Keyla terkejut mendengar suara halilintar, Keyla kembali melihat jam tangannya, sudah pukul 22.30 namun Fhendy tak kunjung datang… Keyla teringat akan buku diary perempuan yang ditabraknya tadi siang yaitu Luthfy, yang ada padanya, Keyla berniat menanyakan tentang Luthfy kepada Fhendy…
Keyla mengambil buku diary Luthfy dari dalam tasnya…
“lebih baik aku liat dulu, siapa tau ada alamatnya, jadi besok aku bisa langsung balikin sama yang punya…”
Baru saja Keyla membuka lembaran pertama, Keyla langsung dikejutkan oleh sebuah foto kekasihnya Fhendy bersama Luthfy… Selesai membaca, Keyla terpaku…buku diary Luthfy yang dipegangnya terjatuh…perlahan air mata Keyla mengalir, semakin lama semakin deras… Seketika hujan turun…, suara teriakan Keyla berlomba dengan derasnya air hujan…   Hati Keyla hancur berkeping-keping…
Keyla terus menangis dan menumpahkan seluruh sakit hati yang dirasakannya ditengah hujan tanpa memperdulikan kencangnya angin dan air hujan yang membasahinya…, teringat kembali dipikiran Keyla kenang-kenangannya bersama Basyori, juga kenang-kenangannya bersama Fhendy… Keyla berlari menembus lebatnya hujan dengan airmata yang berjatuhan… Sesampainya dirumah Keyla membuka pintu dan langsung menerobos masuk tanpa menghiraukan Manda yang terpana dengan keadaannya yang basah kuyup…
“Key, loe kenapa?”
Keyla terus berlari dan langsung masuk kedalam kamarnya tanpa menghiraukan pertannyaan dari Manda…
“Key, loe kenapa sih, buka pintunya Key, siapa yang berani buat loe nangis kayak gini, bilang ama gue, Key…Please buka pintunya…!!!”
Manda berusaha merayu Keyla agar mau membuka pintu, namun Keyla tetap diam.

***

                Pagi-pagi sekali Keyla sudah keluar dari kamarnya, Manda tercengang dengan penampilan Keyla yang kembali mengenakan gaun pernikahannya yang telah gagal bersama Basyori…
“Key, loe mau kemana?”
Keyla tidak menggubris pertanyaan Manda, Keyla melangkah pergi meninggalkan rumahnya, Manda yang kuatir akan keselamatan Keyla segera menghubungi Fhendy…
“Hallo Fhen, loe dimana sekarang?”
“Aku di rumahsakit kenapa Man??”
“Loe cepat kerumah gue, Keyla kambuh lagi”
“Hah…apa??? Oke aku kerumah kamu sekarang”
Komunikasi terputus
30 menit kemudian…, Fhendy sampai ketempat Manda…
“Eh, tadi malam loe apain kakak gue, hah loe apain??”
“Maksud kamu apa Man???”
“Eh dari tadi malam Keyla nangis, lari-lari, basah-basahan gak tau sebabnya, bukannya tadi malam Keyla dinner bareng loe???”
“Astaga sekarang Keyla dimana?”
“Gue gak tau, pokoknya sekarang gue pengen loe nyari Keyla sampai ketemu”
“Oke, oke…aku bakalan nyari Keyla”
Fhendy tancap gas, meninggalkan Manda yang masih diliputi rasa cemas… Fhendy berhenti di depan danau namun Fhendy tidak melihat sosok seorang Keyla, Fhendy memandangi seluruh barang-barang dan persiapan Keyla tadi malam… Fhendy juga melihat foto dirinya bersama Luthfy…Fhendy berlari meninggalkan danau…
“Pak ada ngeliat perempuan, tinggi, putih, rambut lurus panjang mengenakan gaun pengantin???”
“Oh itu mas, ada, ada tadi kalau tidak salah perempuan itu pergi ke arah kuburan sebelah timur sana mas…”
“Oh, terimakasih pak, saya permisi”
“Iya…iya mas silahkan”
Fhendy segera melaju menuju tempat pemakaman… Sesampainya disana Fhendy melihat Keyla berdiri disamping sebuah makam, Keyla menangis…Fhendy menghampiri Keyla…
“Key…, maafin aku, aku yakin kamu sudah tau semuanya. Key, Luthfy datang lagi Key, ternyata selama ini dia tidak menikah melainkan Luthfy mengidap penyakit Leukimia…”
“Dan kamu pasti senangkan Fhen karena kamu bakalan menikah dengannya”
“Maksud kamu apa Key, aku cuma gak tega membiarkan Luthfy menghadapi ini sendiri, aku harus bantu nguatin hatinya Key…”
“Jadi kamu merasa tadi malam aku tidak memerlukan kamu Fhen?”
“Maafin aku Key, tadi malam Luthfy krisis di rumahsakit, aku diminta orang tuanya untuk ngejaga dia”
Mendengar penuturan Fhendy, seketika membuat Keyla menjadi emosi…
“Fhen…kalau memang dari awal kamu berniat cuma jadiin aku singgahan sementara, kenapa kamu gak jujur aja Fhen, kenapa kamu gak bilang, bukannya aku pernah bilang sama kamu, katakan isi hatimu yang sebenarnya sebelum semua terlanjur, tapi sekarang apa, semuanya telah terjadi kamu sakiti hati aku, disaat aku mulai mencintai kamu”
“Key, maafin aku…aku benar-benar gak berniat untuk lukai hati kamu, aku sayang sama kamu Key, aku mohon kamu percaya”
Tiba-tiba Fhendy bersujud dikaki Keyla, Keyla pun semakin tidak kuat menahan air matanya…
“Key, kamu orang ketiga tempat ku bersujud, aku bersumpah, aku bersumpah demi hidup dan matiku, aku akan membawa kamu kepelaminan, aku bakalan membuat kamu bahagia dan aku bakalan akan jadikan kamu orang terakhir untuk diriku melakukan hal seperti ini”
Keyla segera mendirikan Fhendy dari sujudnya…
“Fhen, aku minta maaf udah banyak merepotkan kamu, tapi bukan berarti kamu bebas sakiti aku, Fhen kamu udah buat luka baru yang lebih dalam dan sekarang aku gak tau harus bagaimana mengobatinya”
“Key, aku yang akan nyembuhin luka yang ada dihatimu, Key…aku janji”
Fhendy memeluk Keyla…, tiba-tiba handphone Fhendy berdering…
“Fhen kamu dimana, Luthfy kritis Fhen…Om mohon kerumah sakit Fhen, tolongin Om”
“Iya Om, Fhendy kesana…”
Komunikasi terputus…
“Key…!!”
“Pergilah Fhen, Luthfy sangat membutuhkanmu, bantu Luthfy, aku ingin kamu bahagiain Luthfy, jangan pernah kembali padaku kalau kamu belum bisa buat Luthfy tersenyum”
“Oke Key, kamu tenang aja, aku pasti datang kembali dan jemput kamu”
Fhendy segera berlari meninggalkan Keyla yangmenangis di pemakaman Basyori…

***

                Sesampainya dirumah sakit, Fhendy berlari menuju kamar dimana Luthfy dirawat… diruangan Luthfy dirawat, Fhendy melihat kedua orang tua Luthfy menangis…
“Om, Luthfy kenapa??”
“Luthfy kritis Fhen, tolongin Luthfy, Om mohon…!!”
“Fhendy harus bantu apa Om, Fhendy juga gak tau”
“Fhen…., Om mohon nikahi Luthfy”
Fhendy tersentak…
“Apa Om…???, itu gak mungkin, Fhendy sudah punya tunangan Om”
“Om tau Fhen, Luthfy udah cerita semuanya, tapi Fhen Luthfy ingin menikah sama kamu, Om mohon, itu keinginan Luthfy terakhir Fhen”
“Tapi Om…”
“Fhen…bahagiakan Luthfy akhir sisa waktunya, Om pengen liat Luthfy bahagia Fhen”
Fhendy langsung keluar dari ruangan Luthfy, Fhendy bersandar di dinding dan memejamkan matanya…
“Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan…aku sangat mencintai Keyla, tapi bagaimana dengan Luthfy…???”
Fhendy menangis dan menyesal dengan semua takdir ini…
“Nikahi Luthfy, bahagiakan dia, kembalilah pada Luthfy Fhen”
Fhendy terkejut dengan suara yang menghampirinya…
“Keyla!!! kamu kenapa ada disini???”
“Aku udah tau semuanya Fhen…”
“Key, sumpah aku tidak menginginkan ini semua terjadi, aku cuma sayang sama kamu”
Keyla menghapus air mata yang mengalir dipipi Fhendy, Keyla berusaha untuk menguatkan hati Fhendy…
“Fhen…, aku percaya kamu tulus mencintaiku, aku yakin kamu enggak pernah ingkar janji sama aku, semua ini kehendak Tuhan Fhen, diantara kita bertiga tidak ada yang salah…, Fhen nikahi Luthfy yah, please…aku mohon…”
Keyla tersenyum…dengan air mata yang berjatuhan…
“Key, kamu memang bidadari hatiku…”
Fhendy memeluk Keyla, di dalam pelukan itu mereka menangis bersama…
                Malam ini semua keluarga dari pihak Fhendy maupun Luthfy berkumpul di rumah sakit, bahkan kedua orang tua Keyla pun turut hadir di acara akad nikah Fhendy dan Luthfy… Luthfy berbaring dengan mengenakan gaun pengantin, dihadapannya duduk bapak penghulu serta Fhendy yang saling berhadapan… Keyla duduk disamping Luthfy berbaring, Keyla mengusap rambut Luthfy yang tipis…
Semua mata memandangi Fhendy dan penghulu, penghulu pun memulai akad nikah…
“Saya nikahkan Fhendy Diningrat bin Ibnu Purnomo dengan Luthfy Putri Indriani binti Bagaskara dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai, sah???
“Sah”
“Alhamdulillah”
Semua orang yang ada diruangan itupun memanjatkan Do’a…
Keyla mengangkat kedua tangannya dan berdo’a…
“Ya Allah…jadikanlah aku wanita yang kuat dan tegar, buatlah hati ini seputih dan selembut salju dan berikanlah hati ini kesejukan, jangan biarkan nantinya ada darah yang menggumpal di hati ini…”
Keyla mengakhiri do’anya…
Fhendy memandang Keyla, Keyla pun tersenyum, Fhendy beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Keyla, ada 2 air bening yang mengalir di pipi Keyla…
“Key aku…”
“Udah Fhen, aku sangat bahagia hari ini”
Fhendy tidak kuasa lagi melihat air mata Keyla yang terus berjatuhan, Fhendy memluk Keyla, Keyla pun menangis di pelukan Fhendy, sedangkan Luthfy sudah tertidur pulas…
“Udah Fhen, kamu jaga istri kamu, aku pengen keluar dulu”
“kemana Key? aku ikut”
Keyla tersenyum mendengar perkataan Fhendy…
“Fhen…Fhen…kamu gimana sih, kamu itu udah jadi suami yang sah untuk Luthfy, jadi gak usah takut sekarang, kalian udah muhrim”
“Haduh Key jangan bercanda”
“He… he…maaf Fhen, maksud aku karna kamu itu udah jadi suaminya Luthfy jadi kamu wajib menjaga Luthfy sekarang”
“Iya Key”
“Ya udah aku keluar dulu”
Keyla berdiri dari tempat duduknya, tiba-tiba Luthfy terbangun dan menghalangi Keyla untuk pergi…
“Jangan kemana-mana Key, tetap disini bersama aku dan Fhendy”
Keyla pun duduk disamping Luthfy…
“Fhen, makasih kamu udah banyak berkorban untuk aku, hari ini aku benar-benar bahagia karna akhirnya bisa menikah sama kamu, aku bisa miliki kamu, dan rasakan cinta kamu kembali, meskipun itu hanya sementara…Fhen aku tau sekarang kamu udah tidak mencintai aku lagi, dan aku tau kamu lakukan ini karna terpaksa, tapi tenang aja Fhen, aku tetap bahagia”
“Aku ikhlas Fhy menikahi kamu”
“Iya Fhen, mudah-mudahan begitu!! Key kamu memang malaikat untuk hidup aku, makasih atas pengorbanan yang udah kamu lakuin untuk aku, aku tau kamu sangat mencintai Fhendy, dan aku udah jahat mengambil cinta yang selama ini udah kamu jaga, Key…untuk menebus dosa aku, di akhir sisa hidupku ini aku ingin kamu lakuin sesuatu hal untuk aku”
“Apa itu Fhy???”
“Menikahlah dengan Fhendy, kamu adalah perempuan yang pantas menggantikan posisi aku”
“Tapi Fhy”
“Udah Key…!! Fhen sekarang aku pengen kamu bahagiakan Keyla, namun bukan untuk hari ini saja, namun selamanya, meskipun nanti aku hanya bisa menatapi diatas sana, kamu maukan Fhen???”
Fhendy hanya bisa terpaku dan meneteskan air mata… Seusai mengatakan itu, Luthfy menutup matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya… Semua orang yang ada diruangan itu menangisi kepergian Luthfy… Kedua orang tua Luthfy menghampiri Fhendy dan Keyla
“menikahlah kalian, Om dan Tante merestui dan akan sangat bahagia”
“terima kasih Om…Tante…”
Mereka saling berpelukan dan mengeluarkan air mata

***



                Setelah sebulan kepergian Luthfy, Fhendy dan Keyla pun melangsungkan pernikahan yang tentunya telah mendapat restu dari kedua orang tua, orang tua Luthfy, dan pastinya juga Luthfy yang udah tenang di alam sana…

***
TAMAT
Tentang Penulis


Evi Susanti, Lahir 23 Juli 1996 di Kalimantan Tengah. Sekolah di SMA Negeri 1 Jelai dan anggota Teater Perahu Layar SMA Negeri 1 Jelai. Punya hobi Menulis, Dansa, Membaca, Jalan dan Makan dan punya keinginan menjadi penulis terkenal.

Segala saran atau kritik, layangkan email anda ke : sman1jelai@yahoo.co.id.
                                                                                                                          
                                                                                                   
                                                                                                         

Tidak ada komentar: